Kalau Tidak Puasa Tarwiyah, Apa Boleh Puasa Arafah? Ini Penjelasannya

CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 09:00 WIB
Kalau Tidak Puasa Tarwiyah, Apa Boleh Puasa Arafah? Ini Penjelasannya
Ilustrasi. Kalau tidak puasa Tarwiyah, apa boleh mengerjakan puasa Arafah sehari sebelum Idul Adha? (iStockphoto/Drazen Zigic)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Menjelang bulan Zulhijah 1447 Hijriah yang dimulai pada Senin, 18 Mei 2026, orang-orang mulai mencari informasi mengenai amalan-amalan yang dapat ditunaikan.

Hal itu karena pada bulan tersebut, umat muslim yang tak berangkat ibadah haji, dianjurkan menunaikan ibadah sunah, termasuk puasa di awal Zulhijah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Di antara puasa yang cukup sering dibahas adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Keduanya dikerjakan pada awal bulan Zulhijah, tetapi mempunyai waktu dan keutamaan yang berbeda.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijah, sementara puasa Arafah dikerjakan pada tanggal 9 Zulhijah atau sehari sebelum Hari Raya Iduladha.

Namun dalam praktiknya, tak semua orang mampu menjalankan dua puasa tersebut secara berurutan. Ada yang terkendala pekerjaan, kondisi kesehatan, aktivitas harian, atau baru sempat berpuasa saat tanggal 9 Zulhijah.

Karena itu, banyak umat muslim bertanya, kalau tidak puasa Tarwiyah, apa boleh puasa Arafah?


Kalau tidak puasa Tarwiyah, apa boleh puasa Arafah?

Jawabannya adalah boleh. Umat muslim tetap bisa menjalankan puasa Arafah meski sebelumnya tidak melaksanakan puasa Tarwiyah.

Puasa Tarwiyah yang dikerjakan pada tanggal 8 Zulhijah memang sering diamalkan masyarakat. Namun, hadis khusus yang menjelaskan keutamaannya dinilai kurang kuat atau tidak sahih oleh sebagian ulama.

Meski begitu, umat muslim tetap diperbolehkan berpuasa pada tanggal tersebut karena ada hadis umum yang menjelaskan keutamaan beramal saleh pada awal Zulhijah, termasuk berpuasa.

Melansir laman jatim.nu.or.id, berikut hadis yang sering dijadikan dasar anjuran puasa pada awal Zulhijah:

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari pada awal Dzulhijjah, pada hari 'Asyura' (10 Muharram), dan berpuasa tiga hari setiap bulannya." (HR. Abu Daud No. 2437)

Sementara puasa Arafah justru mempunyai dalil yang lebih kuat dan dikenal memiliki keutamaan besar bagi umat muslim yang tidak sedang berhaji.

Keutamaan puasa Arafah dijelaskan dalam hadis berikut:

"Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sedangkan puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim No. 1162)

Dari hadis itu, dapat dipahami bahwa puasa Arafah mempunyai pahala dan keutamaan yang sangat besar. Karena itu, walau seseorang tidak sempat atau tidak menjalankan puasa Tarwiyah, ia tetap dianjurkan menunaikan puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.

Selain itu, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah termasuk ibadah sunah. Artinya, ibadah tersebut boleh dikerjakan dan tidak berdosa jika ditinggalkan.

Jadi, kalau tidak puasa Tarwiyah, apa boleh puasa Arafah? Jawabannya tentu boleh dan tetap sah untuk dijalankan.


Keutamaan puasa Arafah

Selain bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, puasa Arafah mempunyai keutamaan lainnya.

Mengutip buku Kita Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari yang ditulis oleh K.H. Muhammad Habibillah, keutamaannya antara lain sebagai berikut:

1. Terbebas dari api neraka

Rasulullah Saw. menegaskan bila pada hari Arafah, Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka lebih banyak ketimbang hari-hari yang lain. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw. berikut:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

"Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah." (HR. Muslim).

2. Doa yang paling baik

Terakhir, hari arafah pun mempunyai keistimewaan luar biasa, karena waktu ini jadi momen yang paling baik untuk memanjatkan doa.

Rasulullah Saw. bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan, sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelummu adalah ucapan, 'La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir' (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah semata; tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)." (HR. Tirmidzi).

Itulah jawaban dari pertanyaan kalau tidak puasa tarwiyah, apa boleh puasa arafah, semoga bermanfaat.

Banner Microsite Haji 2026
(san/fef) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]