Mengapa 20 Mei Diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional?
Setiap tanggal 20 Mei, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebagai salah satu momentum bersejarah bagi bangsa. Lalu, mengapa 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional? Simak penjelasannya.
Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan. Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga simbol bangkitnya rasa persatuan dan nasionalisme rakyat Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk mengenang perjuangan para tokoh bangsa yang berperan besar dalam membangun kesadaran nasional. Selain itu, peringatan Harkitnas juga menjadi pengingat agar generasi muda terus menjaga semangat persatuan dan cinta tanah air.
Melansir dari buku 80 tahun Kebangkitan Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1998) yang ditulis G. B. P. H. Poeger, berikut alasan mengapa 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Mengapa 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional?
Penetapan tanggal tersebut berawal dari berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Organisasi ini dianggap sebagai tonggak awal munculnya kesadaran nasional dan gerakan modern bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda.
Penetapan Hari Kebangkitan Nasional sendiri diusulkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, pada tahun 1948. Bung Karno menilai lahirnya Budi Utomo menjadi titik penting dalam sejarah perjuangan bangsa karena organisasi tersebut membawa semangat modernitas dan persatuan di tengah masyarakat Indonesia kala itu.
Pada masa penjajahan Belanda, kondisi sosial dan politik di Hindia Belanda sangat memprihatinkan. Rakyat mengalami tekanan akibat berbagai kebijakan kolonial, salah satunya politik etis yang diterapkan pemerintah Belanda sejak 1901.
Kebijakan tersebut muncul setelah Belanda mengalami krisis keuangan akibat Perang Diponegoro dan Revolusi Belgia. Dalam praktiknya, rakyat Indonesia dipaksa menanam tanaman ekspor seperti kopi, teh, tembakau, dan tebu melalui sistem tanam paksa.
Para petani bahkan diwajibkan menggunakan sebagian tanahnya untuk kepentingan pemerintah kolonial. Jika tidak mematuhi aturan tersebut, mereka harus bekerja di perkebunan milik pemerintah selama puluhan hari.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan kesadaran di kalangan rakyat terpelajar untuk memperjuangkan nasib bangsa. Kesadaran itu menjadi awal lahirnya berbagai organisasi pergerakan nasional, baik yang bersifat kooperatif maupun radikal.
20 Mei bertepatan dengan berdirinya Budi Utomo yang diketuai oleh Dr. Soetomo. (Foto: Istimewa/Kemendikbud) |
Salah satu organisasi yang paling berpengaruh adalah Budi Utomo yang digagas oleh Dr. Wahidin Soedirohoesodo. Tujuan awal organisasi ini adalah membantu pendidikan para pemuda Indonesia yang cerdas, tetapi mengalami keterbatasan biaya pendidikan.
Pada tahun 1907, Dr. Wahidin Soedirohoesodo berkeliling Pulau Jawa untuk menyebarkan gagasannya. Ide tersebut kemudian mendapat sambutan positif dari para pelajar STOVIA atau School tot Opleiding van Inlandsche Artsen.
Bersama para siswa STOVIA, akhirnya didirikanlah Budi Utomo pada 20 Mei 1908 dengan Soetomo sebagai ketua organisasi. Meski Budi Utomo tidak menggunakan jalur politik radikal dalam perjuangannya, organisasi ini tetap memberikan pengaruh besar terhadap kebangkitan bangsa Indonesia.
Melalui pendidikan dan peningkatan kesadaran nasional, rakyat Indonesia mulai memahami pentingnya persatuan dan perjuangan bersama untuk meraih kemerdekaan. Karena besarnya pengaruh organisasi tersebut, pemerintah Indonesia kemudian menetapkan Hari Kebangkitan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1985 tentang Penyelenggaraan Hari Kebangkitan Nasional.
Pemerintah berharap peringatan ini mampu menanamkan rasa bangga, persatuan, dan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.
Meskipun diperingati setiap tahun, Hari Kebangkitan Nasional bukan termasuk hari libur nasional. Namun demikian, makna sejarah dan nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya tetap penting untuk dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia.
Demikian itulah alasan mengapa 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
(gas/els) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

20 Mei bertepatan dengan berdirinya Budi Utomo yang diketuai oleh Dr. Soetomo. (Foto: Istimewa/Kemendikbud)