Berapa Liter Beras untuk Zakat Fitrah? Segini Takaran yang Diberikan
Pertanyaan berapa liter beras untuk zakat fitrah muncul setiap menjelang Idulfitri. Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Lantas, berapa liter beras untuk zakat fitrah?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zakat fitrah memiliki tujuan utama untuk menyucikan diri setelah menjalani ibadah puasa Ramadan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan saat hari raya.
Oleh karena itu, penyalurannya dianjurkan dilakukan sebelum salat Idulfitri agar dapat segera dimanfaatkan oleh para penerima zakat.
Dalam praktiknya, zakat fitrah dapat dibayarkan dalam bentuk bahan makanan pokok, seperti beras, atau dapat dalam bentuk uang.
Takaran liter beras zakat fitrah
Di Indonesia, besaran zakat fitrah umumnya merujuk pada ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Takaran zakat fitrah ditetapkan sebesar 3,5 liter beras per jiwa, atau setara dengan 2,5 kilogram beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari.
Jika menggunakan uang, nilainya disesuaikan dengan harga beras yang biasa dikonsumsi masyarakat.
Berdasarkan standar yang digunakan BAZNAS pada 2026, nilai zakat fitrah yang dibayarkan dalam bentuk uang adalah sekitar Rp50.000 per orang.
Besaran tersebut dihitung dari harga rata-rata beras kualitas konsumsi masyarakat. Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan sama atau menyesuaikan dengan kualitas beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh pemberi zakat.
Hal ini sejalan dengan prinsip zakat yang mendorong seseorang memberikan sesuatu yang baik dan layak kepada orang lain.
Sementara itu, beberapa ulama kontemporer menyarankan takaran sedikit lebih besar, sekitar 2,7 kilogram hingga 3 kilogram, sebagai bentuk kehati-hatian dalam menunaikan kewajiban.
Perbedaan angka tersebut sebenarnya tidak terlalu jauh dan tetap berada dalam batas yang sama secara syariat. Oleh sebab itu, standar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras masih menjadi ukuran yang paling umum digunakan oleh berbagai lembaga zakat di Indonesia.
Selain jumlahnya, waktu pembayaran juga menjadi hal penting. Zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal Ramadan, tetapi dianjurkan ditunaikan mendekati Idulfitri agar dapat segera disalurkan kepada mustahik atau penerima zakat.
Penyaluran ini biasanya dilakukan oleh lembaga zakat, panitia masjid, atau komunitas masyarakat setempat.
Zakat fitrah tidak hanya berlaku bagi orang dewasa. Kepala keluarga juga dianjurkan menunaikan zakat untuk seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, termasuk anak-anak.
Dengan demikian, jumlah zakat yang dikeluarkan disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga.
Dengan memahami ketentuan tersebut, masyarakat tidak perlu lagi bingung mengenai berapa liter beras untuk zakat fitrah.
Secara umum, standar yang digunakan adalah 3,5 liter beras atau setara 2,5 kilogram per orang, yang dapat pula diganti dengan uang sekitar Rp50.000 sesuai ketentuan lembaga zakat.
(asp/fef)[Gambas:Video CNN]
