Kartu nusuk merupakan identitas resmi bagi jemaah haji yang dirancang untuk mempermudah mendapatkan berbagai layanan selama menjalankan ibadah haji. Lantas, bagaimana cara mendapatkan kartu nusuk?
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mewajibkan setiap calon jemaah haji memiliki kartu nusuk. Penerapan kartu nusuk bertujuan untuk menghindari jamaah haji ilegal sehingga setiap jamaah yang terdaftar dan resmi akan lebih terjamin keamanannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kartu Nusuk memiliki warna dominan cokelat dan putih, serta berbahan PVC. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil setiap jamaah disertai kode batang dan QR Code.
Jika dipindai (scan), akan diketahui data-data jamaah seperti nama, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider yang menerbitkannya, serta lokasi pemondokan jamaah di Mekkah.
Simak cara mendapatkan kartu nusuk yang perlu diketahui calon jemaah haji berikut.
Kartu nusuk diterbitkan oleh mitra penyedia layanan haji atau syarikah yang telah dipilih oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Anda bisa mendapatkan kartu nusuk fisik melalui syarikah setelah tiba di Arab Saudi. Selain itu, kartu nusuk digital juga bisa diunduh melalui aplikasi Tawakkalna yang disediakan oleh otoritas Saudi.
Berikut ini langkah-langkah untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Tawakkalna.
Pertama, pastikan untuk mengunduh aplikasi Tawakkalna dari Google Play Store (untuk pengguna Android) atau Apple App Store (untuk pengguna iOS).
Setelah mengunduh aplikasi, buka aplikasi dan lakukan registrasi dengan memasukkan data diri sesuai yang terdaftar pada sistem pemerintah Arab Saudi. Pastikan data yang dimasukkan valid dan sesuai.
Setelah berhasil melakukan registrasi dan verifikasi, jemaah dapat mengakses tiga kartu yang diperlukan melalui menu yang tersedia di aplikasi. Pilih Kartu Nusuk, Pilgrim Permit, atau Visitor ID sesuai kebutuhan.
Setelah memilih kartu yang diinginkan, jemaah dapat mengunduh kartu tersebut dalam format digital dan menyimpannya di perangkat ponsel. Pastikan kartu tersebut tersedia saat diperlukan oleh petugas setempat.
Sebelum berangkat ke Masjidil Haram atau melakukan aktivitas lain, pastikan kartu yang diunduh dapat diakses dengan mudah dan dalam kondisi siap.
Demikian penjelasan mengenai cara mendapatkan kartu nusuk. Dengan langkah-langkah di atas, jemaah haji Indonesia tetap bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar meski belum memiliki kartu nusuk fisik. Semoga membantu.
(pua/fef)