Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin Masagus Hakim mengatakan pihaknya sudah memastikan ke RS Ar-Rasyid Palembang yang menjadi tempat meninggalnya Elsa.
"Penyebab pasti kematian bayi sampai sekarang rumah sakit belum mengeluarkan [diagnosa] tapi kita sudah ada perkiraan. Dari hasil wawancara ke petugas yang menangani, bahwa terkena gangguan pernapasan akibat ISPA," ujar Hakim, Senin (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi berdasarkan laporan anak buah saya tadi keadaan rumahnya permanen, itu jadi kemungkinan dari lingkungan juga enggak. Makanya kita belum tahu penyebab pastinya," kata dia.
Bayi Elsa telah dimakamkan di tempat pemakaman umum Dusun II Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin pada Senin (16/9) pagi. Dinkes Banyuasin memberikan santunan atas meninggalnya buah hati pasangan Ita Septiana (27) dan Ngadirun (34) ini.
"Kita juga imbau ibu untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, jangan bawa anak ke luar rumah kalau tidak mendesak. Rajin kasih ASI, minuman hangat, dan makanan bergizi," ujar dia.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini berujar, kabut asap yang terjadi akibat karhutla bukan faktor utama penyebab ISPA. Penyebab utama ISPA adalah bakteri atau virus. Sedangkan kabut asap bisa memperparah penderita ISPA, khususnya anak di bawah umur lima tahun (balita) yang sangat sensitif.
"ISPA tetap ada meskipun tidak ada karhutla. Namun jumlah penderita ISPA bisa meningkat dengan adanya kabut asap akibat karhutla," kata dia. (idz/sur)