"Sangat keberatan. Tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada nasabah, sangat tidak berpihak kepada nasabah," kata Estu Suryowati (28), salah seorang nasabah BCA yang berprofesi sebagai karyawan swasta kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/3).
Hal senada juga diutarakan oleh nasabah BCA lainnya yaitu Desy Setyowati (26). Menurut Desy aktivitas tarik tunai dan mengecek saldo seharusnya tetap menjadi fasilitas cuma-cuma yang disediakan oleh bank. Fasilitas itu diberikan oleh BCA sebagai bentuk pelayanan kepada nasabah yang telah mempercayakan uangnya disimpan di BCA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kan fasilitas bank yang seharusnya diberikan secara cuma-cuma kepada nasabah. Nasabah bisa ancam tarik simpanan di BCA kalau benar begitu," kata Desy.
"Aneh sekali. Belum tentu semua orang pakai m-Banking, tidak peduli tarifnya berapa, karena memang seharusnya gratis. Ibarat kata ini di rumah sendiri, masa mau masuk pintu harus bayar," katanya.
Sebagai seorang pengusaha sektor UMKM, dirinya banyak melakukan aktivitas cek saldo dan tarik tunai lebih dari lima kali dalam sehari. Ia merasa rugi jika nantinya aktivitas tersebut dikenakan biaya.
"Merugikan UKM. Soalnya kalau orderan masuk, sudah transfer, kita harus ngecek. Margin UMKM makin kepotong, apalagi margin untung UMKM cuma 10-20 persen," katanya.
“Ke ATM saja sudah seperti main petak umpat dengan tukang parkir, karena kita malas harus keluar uang untuk membayar parkir. Eh ini malah kena biaya dari bank,” imbuh Adhy Arma (29), salah seorang nasabah BCA lainnya. (gen)